Next.js v16 Sudah Rilis Gan! 😱
Baru aja nyaman pakai Next.js v15, eh muncul lagi Next.js v16! 😱 Di tulisan ini saya bahas ringkasan fitur barunya, perubahan besar, dan sedikit refleksi soal cepatnya dunia web development.
Blog • 31 Okt 2025 • Diperbarui 02 Nov 2025

Hadeuh, baru aja bikin Website Portfolio + Blog pakai Next.js v15, udah muncul lagi aja Next.js v16-nya, otw upgrade dah.

Ringkasan Pembaruan Next.js v16
Buat yang mau baca apa aja yang di-upgrade, berikut ringkasan:
✅ Fitur Utama
- “Cache Components”: model caching baru dengan directive
"use cache", memungkinkan komponen/halaman/fungsi disimpan cache secara eksplisit. - Turbopack kini menjadi bundler default untuk semua aplikasi Next.js — hasilnya build production 2-5× lebih cepat, Fast Refresh hingga ~10× lebih cepat. Makin enak banget ini buat DX (developer experience) 😲.
- Debugging & Developer Experience diperkuat: “Next.js DevTools MCP” yang pakai Model Context Protocol (MCP) untuk integrasi AI-bantuan debug & analisis.
- Routing & Prefetching diperbarui: layout yang sama antar route hanya di-download sekali (layout deduplication), prefetch incremental untuk bagian yang belum di-cache.
- API caching yang lebih halus: metode baru seperti
updateTag(), penyempurnaanrevalidateTag(), danrefresh()untuk data dinamis.
⚠️ Perubahan & Hal yang Dihapus / Breaking Change
- Minimum runtime Node.js naik ke 20.9+, TypeScript minimal versi 5.1+.
- File
middleware.tsdigantikan menjadiproxy.tsuntuk memperjelas batas network boundary. - Dukungan AMP dihapus sepenuhnya.
- Eksperimen Partial Pre-Rendering (PPR) flag lama dihilangkan, digantikan atau dilengkapi oleh
cacheComponents.
Ngerti semuanya? Kagak. Hahaha. Tapi ngerti lah sebagian.
Kenapa saya ngerasa makin ke sini makin cepet banget perkembangan teknologi setelah ada AI Generatif khususnya untuk aplikasi web ya, kalian ngerasa juga nggak?
Kesel Atau Seneng Sama Upgrade?
Setelah liat upgrade-nya, saya jadi mikir, di satu sisi agak kesel karena harus terus-terusan upgrade supaya aplikasi yang saya buat juga merasakan fitur-fitur terbaru dan nggak ketinggalan. Tapi di sisi lain, hal tersebut yang bikin saya seneng sama dunia teknologi, khususnya software development. Kita semua jadi punya kesempatan yang sama. Mau ada orang yang start-nya 10 tahun yang lalu, satu bulan yang lalu, seminggu yang lalu, kemarin, atau bisa jadi kalian yang baru mulai belajar dan tertarik sama web development setelah membaca blog ini. Sama-sama kena outdated information, perlu update pengetahuan lagi, perlu belajar lagi. Jadi semuanya bergantung dari seberapa mau untuk terus update dan menyesuaikan pengetahuan berdasarkan stack teknologi yang dipakai atau yang sedang tren — pastinya harus menguasai fundamental yang kuat dulu.
Itu yang bikin saya betah dan nyaman di dunia per-web development-an ini. Kita semua setara satu samalain antar developer, karena kuncinya adalah:
“Mau terus update.”
Sama ada lagi yang menarik dan bikin saya seneng juga. Senioritas atau main kasta-kasta an di dunia web development sangat sedikit. Setidaknya untuk pengalaman pribadi, saya belum pernah mengalami senioritas yang sampai para junior-nya saling sikut-sikutan sejak saya nyemplung pertama kali sampai saat ini.
Masa sih gak ada sama sekali senioritas?
Ya, ada lah. Tapi senioritas secara pengetahuan legacy codebase atau culture kantor. Kayak “Oh dia yang paling tau banyak terkait fitur-fitur yang ada di kantor kita,” itu orang kayak disebut sesepuh, dari “Dia yang paling tau repo-repo apa saja, arsitektur aplikasinya seribet apa, bug-bug rutin yang dilaporkan user seperti apa?” sampai, “Siapa yang suka sebar meme ke grup kantor, siapa yang suka kerja di malam hari, siapa yang paling rajin dan telat online meeting, wkwk.” Dan itu wajar banget menurut saya, tapi sisanya, secara pengetahuan dan skill secara umum, kita semua setara. Semua punya ruang yang sama untuk saling share pengetahuan. Kalau di pemerintahan sih, katanya beda cerita. Gak tau tah. Mungkin ada yang relate? 🤐
Saya bukan orang yang selalu ngikutin dan nerapin perkembangan teknologi terbaru ke semua proyek yang saya kerjakan. Karena, itu membutuhkan tes ulang seluruh alur dalam aplikasi, supaya memastikan tidak ada yang error setelah di-upgrade, dan jelas itu butuh waktu. Keburu ketinggalan sama delivery fitur-fitur penting dari tim desain huhu.

Kapan Waktu yang Tepat Upgrade?
Kalo gitu, kapan kita harus mempertimbangkan aplikasi kita butuh upgrade atau nggak?
Simpelnya, bergantung sama karakteristik aplikasi kita sendiri. Apakah user-nya sudah besar? Fiturnya sudah banyak atau baru sedikit? Ada fitur penting untuk diterapkan yang ber-impact langsung sama pengalaman user? Misal, ingin mempercepat load halaman dengan menerapkan SSG pada website atau splitting code, replace custom server yang manual ke custom server setup rekomendasi yang disediakan supaya developer experience-nya jadi lebih enak (kaitannya sama kolaborasi antar rekan dan mempercepat pengerjaan), dsb. Sama juga, apakah kalian banyak waktu kosong? Misal sedang standby dan tidak ada fitur penting yang harus diselesaikan cepat. Nah, itu waktu yang tepat buat upgrade.

Dan kalaupun belum sempat upgrade, nggak apa-apa. Dunia web development emang cepat, tapi bukan berarti kita harus rusuh atau terburu-buru. Selama kita terus belajar dan penasaran, kita juga bagian dari upgrade itu sendiri. Stay Calm!
